Menikmati Pesona Desa Wisata Pulesari

Editor: Agus Sigit

Oleh: Ikhwan Khoiruddin

MEMBANGUN Indonesia dari pinggiran merupakan program unggulan Presiden Joko Widodo pada periode kepemimpinannya. Hal ini telah dibuktikan dengan program-program kerja yang berorientasi pada pemerataan ekonomi dan pembangunan di wilayah-wilayah terluar Indonesia.

Tujuan utama program ini memangkas kesenjangan ekonomi dan sosial antara masyarakat kota dan pinggiran. Pembangunan ini selayaknya harus didukung untuk mewujudkan Indonesia maju tahun 2030. Program ini juga dapat diwujudkan dengan membangun wilayah perdesaan agar menjadi kawasan ekonomi yang berdikari. Tren desa wisata banyak dikembangkan pada satu dekade terakhir dan diyakini menjadi destinasi pariwisata yang banyak dikunjungi pascapandemi.

Salah satu desa wisata yang menarik untuk dikunjungi adalah Desa Wisata Pulesari. Desa Wisata Pulesari berada di kaki Merapi, terletak di Dusun Pulesari, Desa Wonokerto, Kapanewon Turi, Kabupaten Sleman, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Desa Wisata Pulesari diluncurkan sejak 9 November 2012 oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sleman. Tujuan peluncuran Desa Wisata Pulesari untuk memajukan dan mempromosikan potensi Desa Pulesari baik sumber daya alam maupun budayanya.

Sejak memiliki predikat Desa Wisata Pulesari, jumlah wisatawan yang berkunjung terus meningkat pada 5 tahun terakhir sebelum pandemi Covid-19 melanda. Atas kerja keras dalam membangun perekonomian perdesaan pada tahun 2018 lalu Desa Wisata Pulesari mendapatkan Juara I Festival Desa Wisata Kategori Mandiri Kabupaten Sleman.

Desa Wisata Pulesari memiliki dua potensi unggulan yaitu potensi alam dan budaya. Berada di wilayah dataran sedang menjadikan suhu normal daerah Pulesari menjadi sejuk. Suhu yang sejuk ini merupakan ciri khas daerah-daerah wisata di dataran sedang dan tinggi.

Pulesari juga merupakan salah satu penghasil buah salak yang menjadi buah kebanggaan masyarakat Kabupaten Sleman. Buah salak ini dapat dibuat menjadi berbagai olahan makanan seperti wajik salak, nastar salak, dodol salak, wingko salak, maupun sekadar buah tangan khas Sleman. Oleh-oleh buah salak ini banyak diminati oleh masyarakat karena memiliki cita rasa manis yang pas.

Desa Wisata Pulesari dianugerahi 26 aliran mata air yang terhubung dengan sungai besar seperti Sungai Krasak dan Bedog. Hal ini menjadikan Pulesari kaya akan produksi pertanian. Fasilitas yang ada di Desa Wisata Pulesari juga sudah memadai. Terdapat banyak penginapan, aula, pendapa, sekretariat, tempat bermain (playground), rumah makan, tempat parkir luas, rumah ibadah, taman bermain, dan akses jalan yang baik.

Desa Wisata Pulesari memiliki potensi wisata air yang sangat asyik untuk tamasya dan rekreasi keluarga maupun komunitas. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya jasa outdoor yang dapat membangun perekonomian masyarakat Pulesari.
Sebelum pandemi Covid-19, kegiatan outdoor tidak pernah sepi pengunjung yang kebanyakan kalangan pelajar, mahasiswa, karang taruna dan lingkup kerja kantor dari berbagai daerah.

Kegiatan outdoor dimulai dengan membentuk lingkaran besar lalu bermain games sederhana dipandu para pemandu. Kegiatan dilanjutkan menyusuri sungai yang terdapat rintangan-rintangan serta pos-pos pemberhentian yang harus dilalui peserta. Kegiatan ini cukup menantang, tapi masih dalam batas aman untuk dilakukan bersama orang-orang tercinta. Di sela-sela kegiatan susur sungai ini peserta juga dapat berfoto bersama untuk mengabadikan momen.

Pada akhir kegiatan peserta akan merasakan nikmatnya makan bersama setelah lelah menaklukkan halang rintang dan menerjang air sungai yang dingin. Kegiatan outdoor selain menyenangkan juga mengandung nilai gotong-royong, kerja sama, ketangkasan, kreativitas, dan keuletan yang bermanfaat.

Jasa kegiatan outdoor dibanderol dengan harga cukup terjangkau tergantung paket yang berkisar Rp 60.000-Rp 175.000 perorang. Kegiatan yang ditawarkan antara lain susur sungai, permainan outdoor, permainan tradisional, arung jeram, makan bersama, memanen salak, mengamati proses pembuatan olahan salak, dan foto bersama. Semua kegiatan dapat dilakukan di Desa Wisata Pulesari.

Desa Wisata Pulesari cukup populer untuk dijadikan referensi wisata keluarga yang murah, terjangkau, dan menyenangkan. Selain keasrian alam yang ditawarkan, Desa Wisata Pulesari memiliki berbagai adat dan budaya yang masih lestari hingga saat ini. Terdapat dua tradisi besar yang ada di Desa Wisata Pulesari yaitu Acara Sadranan dan Upacara Pagar Bumi. Acara Sadranan merupakan kegiatan mendoakan ahli waris dengan bacaan Tahlil menurut ajaran Islam yang dilaksanakan setiap menjelang bulan Ramadan.

Sementara, Upacara Pagar Bumi dilaksanakan pada bulan Sapar untuk memperingati khaul leluhur serta pendiri Desa Pulesari yaitu Nyai Pulesari dan Kyai Ahmad Nurrohman. Kegiatan Upacara Pagar Bumi diisi dengan Salat Tolak Bala, doa bersama, tapa bisu mengelilingi desa, dan kirab budaya.

Melalui dua kegiatan tersebut masyarakat Desa Pulesari menjaga kearifan lokal dan kerukunan serta karakter bangsa Indonesia yaitu gotong-royong. Hal ini merupakan potensi budaya yang dapat dipromosikan kepada wisatawan lokal, regional maupun internasional. ***

(Penulis adalah Juara 2 Kategori Desa Wisata Pulesari)

 

 

BERITA REKOMENDASI