Mud Warrior Race, Ajang Lari Rintangan Pertama Akan Hadir di Yogyakarta

YOGYA, KRJOGJA.com – Mud Warrior Race yang merupakan ajang lari rintangan pertama hadir di Yogyakarta. Event  yang mengusung konsep tourism sport ini akan dilaksanakan di Taman Hutan Rakyat (Tahura), Gunungkidul, 23 Juli 2017 mendatang.

Terdapat 2 tipe perlombaan yang digelar, yakni 5K dan 10K (pro). Mud Warrior Race diselenggarakan oleh Sports Hangout Indonesia bekerja sama dengan Counterpain dan berbagai sponsor lainnya. 

Stephen Tjandra yang merupakan salah satu pendiri sports hangout mengatakan event ini bisa diikuti oleh siapa saja, baik individu ataupun group. Bahkan bagi corporate, travel agent, atau government pun bisa ikut bersama-sama  karena event ini sangat tepat untuk membangun team building.  

“Jika team building biasanya hanya diikuti oleh karyawan dari satu perusahaan yang sama, tapi yang ini berbeda," kata Stephen Chandra dalam siaran pers yang diterima KRjogja.com, Kamis (15/06/2017). 

Acara ini lebih seru karena menguji keberanian, kerjasama, komunikasi dalam suasana yang positif tentunya. Satu group bisa langsung dihadapkan dengan group lainnya dari perusahaan ataupun instansi yang berbeda. "Bahkan di antara teman atau sahabat, keluarga pun bisa ikut untuk menguji bagaimana kekompakan dan keberaniannya,” tutur Stephen Tjandra.

Lebih lanjut Stephen mengatakan pihaknya bersama tim telah mempersiapkan berbagai tantangan seru bagi peserta. Untuk tipe 5K, terdapat 15 obstacle (rintangan) baik alami dan buatan yang bisa dilalui.  Sementara untuk level pro, peserta harus melewati tantangan sepanjang 10 Km tentunya jumlah rintangan alami dan buatan lebih banyak lagi. Untuk registrasi peserta bisa melalui klik website www.sportshangout.id.

Suasana Tahura dengan flora dan faunanya yang masih terjaga alami tentunya akan membuat Mud Warrior Race kali ini berbeda. Peserta akan dihadapkan pada berbagai tantangan yang tentunya akan menguji zona mereka agar keluar dari zona nyaman. Rintangan umum yang dipersiapkan antara lain jalan berlumpur, dinding terowongan, ranjau, palang monyet, jarring kargo, seluncur air, dan lain sebagainya.

“Tidak harus atlet yang ikut kegiatan ini, siapapun yang menyukai tantangan, baik pria maupun wanita, individu maupun kelompok di atas usia 16 tahun.  Bagi perusahaan, instansi pemerintah yang mendaftar dengan jumlah peserta lebih dari 50 orang, kita akan memberikan tariff khusus,” tutur Stephen Tjandra. (*)

BERITA REKOMENDASI