Silaturahmi Gaya Diaspora di Negeri Formosa

Editor: Ary B Prass

 

BERWISATA kuliner sekaligus bersilaturahmi di negeri Formosa itu sangatlah menyenangkan. Apalagi bila bersama teman-teman. Bermula dari obrolan ringan di grup line, janjian, membuat kesepakatan, lalu menyebarkan pengumuman di grup. Sesederhana itu. Hanya perlu sekitar dua hari untuk berkoordinasi.

Maka berkumpullah sepuluh diaspora Indonesia. Mereka adalah Awan Gurun Gunarso (alumnus NTUST), Rif Atussaufiyah (mahasiswi S2 di NTUST), Ahmad Nur Riza (mahasiswa NTUST, Deputi Departemen Akademis dan Profesi FORMMIT Pusat), Yusuf Rahmatullah (mahasiswa NTUST), Nanda Aulia Putri (mahasiswi Lunghwa University of Science and Technology, Deputi Departemen Akademis dan Profesi FORMMIT Pusat), Yusnitah (Universitas Terbuka Taiwan, aktivis Salimah), Aziman Ap (Salimah Taiwan) bersama putra dan putrinya yakni Basmatul Hielwah El-Azmy, Zidna Muflih El-Azmy, dan Dito Anurogo (S3 IPCTRM TMU Taiwan, Ketua Departemen Akademis dan Profesi FORMMIT Pusat, pendiri dan CEO School of Life Institute).

Masing-masing orang menempuh perjalanan berbeda menuju Tamsui. Uniknya, Sebagian besar belum pernah bertemu satu sama lain. Hanya bermodalkan kepercayaan dan komunikasi via grup line, akhirnya kami semua bisa bertemu di satu tempat di stasiun MRT Tamsui.

Penulis berangkat dari MRT Taipei 101/World Trade Center (R-03) melalui line merah, melewati 24 stasiun sebelum mencapai Tamsui (R-28), yakni: Xinyi Anhe, Daan, Daan Park, Dongmen, Chiang Kai-shek Memorial Hall, NTU Hospital, Taipei Main Station, Zhongshan, Shuanglian, Minquan W. Rd., Yuanshan, Jiantan, Shilin, Zhishan, Mingde, Shipai, Qilian, Qiyan, Beitou, Fuxinggang, Zhongyi, Guandu, Zhuwei, dan Hongshulin. Perjalanan ini memakan waktu sekitar satu jam.

 

BERITA REKOMENDASI