Apa Bedanya ‘Iwel-Iwel’ dan ‘Ciwel-Ciwel’, Jawabannya Ada di Pasar Kangen

YOGYA, KRJOGA.com –  Sebanyak 117 stan kuliner digelar di Pasar Kangen Jogja yang ke-12. Seperti tahun-tahun sebelumnya, event yang diadakan setahun sekali ini, kembali berlokasi di Taman Budaya Yogyakarta (TBY).

Menurut May Mawar (Panitia Pasar Kangen) hal menarik dari pasar kangen salah satunya adalah tersedia macam-macam jajanan tempo dulu yang sudah jarang ditemukan di pasar-pasar tradisional. Aneka kuliner di pasar kangen juga sudah melalui proses seleksi yang ketat dengan kategori penilaian menu yaitu lawasan, kekunoan, atau khas daerah.

Salah satu stan kuliner yang laris menjual makanan tempo dulu yaitu stand milik Bu Bagyo. Jajanan yang dijual sebagian besar terbuat dari bahan umbi-umbian dan ketan. Menu yang ditawarkan juga beragam seperti cenil, lupis, ketan item, ketan putih, trasian, kucur, serabi, ongol-ongol, iwel-iwel, ciwel-ciwel, getuk, tawonan, gedar, tiwul, mataroda, ongol-ongol, bengawan solo, getuk lindri, lupis, dan klepon.

Dengan 10.000 rupiah, pembeli dapat memilih empat jenis jajanan yang dijual di stan milik Bu Bagyo. Walaupun dengan variasi jenis menu yang banyak, Bu Bagyo tidak mengambil dari orang lain. Semua dimasak di rumahnya sendiri.

“Memang dijual untuk tombo kangen jajanan tempo dulu,” ujar Bu Bagyo, ketika ditanya mengapa menjual sangat banyak variasi jajanan. Melalui stan Bu Bagyo, anak muda menjadi tahu bahwa makanan tradisional itu sangat beragam. Tidak hanya bahan makannya saja, tapi juga nama dan bentuk-bentuknya.

“Saya jadi tahu perbedaan iwel-iwel dan ciwel-ciwel, kalau iwel-iwel itu dari ketan sedangkan ciwel-ciwel dari singkong, kan hampir sama yah namanya, terus juga tahu bahwa getuk itu bermacam-macam variasinya, senang sih karena masih ada yang menjual dengan lengkap, biasanya kan hanya beberapa saja, menjadi pelajaran juga bahwa banyak macam makanan yang bisa dihasilkan hanya dari singkong dan ketan,” tutur Fitri pembeli stan Bu Bagyo.

May Mawar menjelaskan salah satu tujuan diadakannya Pasar Kangen agar sejarah tentang pangan yang sudah ada sejak dulu tidak hilang dan agar generasi muda yang mulai mengetahui macam-macam pangan ikut melestarikan makanan tradisional. (Anisa’u Fitriyatus Sholihah- Mahasiswa Magang Universitas Negeri Malang)

BERITA REKOMENDASI