Calz Dehanggo, Menikmati Kelezatan Pizza ala Yogya

Editor: Ivan Aditya

SLEMAN, KRJOGJA.com – Pandemi memang telah mengubah banyak hal. Hal itu pun dialami oleh Monika Hapsari dalam usaha makanan yang telah ia rintis dengan tekun. Semangat tidak menyerah serta didukung oleh minat yang besar terhadap usaha makanan, Monika Hapsari menangkap peluang lain dalam usaha makanan.

Kegemarannya mencicipi dan mengolah makanan mengarahkannya pada usaha produksi pizza lipat atau calzone dengan citarasa premium. Bentuknya mirip dengan pastel yang berukuran besar dengan isian aneka keju, daging dan bumbu-bumbu mediterania.

Ia menamai produk barunya dengan Calz Dehanggo. Kata ‘Dehanggo’ diserap dari nama daerah tempat ia tinggal di Trihanggo Sleman. Merek Calz Dehanggo rupanya menjadi berkat baru bagi Monika.

Monika berpikir, work from home (WFH) dan sekolah daring membatasi orang untuk menyiapkan makanan yang sehat dan bersih. Waktu tinggal di rumah yang biasanya bisa dimanfaatkan untuk memasak, harus diganti dengan aktivitas bekerja dan mendampingi proses pembelajaran daring anak-anak.

“Usaha makanan adalah usaha yang tidak ada matinya meski berbagai krisis ekonomi melanda negeri ini. Hanya butuh kreativitas dan kesungguhan dalam mengolah makanan yang disukai orang banyak, maka sebuah usaha makanan akan berjalan menuju pembelinya,” katanya.

Calzone tersebut ditawarkan sebagai frozen food yang mudah diolah dan bisa segera disajikan. Bentuknya serupa pastel berukuran besar dengan kulit yang renyah dengan isian yang empuk.

Para pelanggan Calz Dehanggo menyukai cara penyajiannya karena mereka dapat menyajikannya dengan cara yang berbeda tanpa harus memiliki oven. Ukurannya yang medium hanya butuh satu wajan kecil saja dan Calz Dehanggo siap dimasak.

Monika mengungkapkan sejauh ini 70% bahan baku Calz Dehanggo dipenuhi dari keju impor dan keju lokal 30%. Melalui berbagai ujicoba dan temuan-temuan baru tentang pembuatan keju, Calz Dehanggo hendak meningkatkan muatan susu lokal dalam kejunya. Selanjutnya, 50% pengadaan keju akan menyerap ketersediaan susu lokal dari daerah DIY.

Bulan Mei 2020 ketika Monik memulai usahanya, Calz Dehanggo memproduksi 20 pack perminggu. Penjualannya dibantu teman-teman yang terkena PHK atau pemotongan gaji akibat WFH.

“Setelah 1 tahun berjalan, Calz Dehanggo bisa memproduksi pesanan 200 pack perminggu. Untuk melengkapi penjualan, kini telah siap reseller untuk melayani pelanggan di daerah Semarang melalui akun Instagram @clazicalz,” tambahnya.

Calz Dehanggo hadir dengan lima varian rasa yaknibSmoked Beef, Mozzarella, Chicken Sausage, Tuna Mayo dan Durian Moza. Dari kelima itu, yang paling digemari pelanggan adalah smoked beef dan mozarella. (*)

BERITA REKOMENDASI