Digali dari Prasasti Candi Borobudur dan Prambaban, IGC Kenalkan Empat Makanan Istimewa

“Dengan mengangkat konsep bahwa makanan adalah budaya bangsa, maka gastronomi Indonesia dapat berperan dalam misi-misi diplomasi dan meningkatkan ekonomi melalui gastro-turisme maupun gastro-prenuership.”

Ketua Panitia Gastronosia, Ratna Nuryanto menyebutkan bahwa persiapan peluncuran acara memakan waktu cukup panjang. Hal itu untuk memastikan bahwa interpretasi makanan dari relief dan prasasti sudah tepat dengan penamaan makanan dan budaya pada masa Mataram Kuno.

“Selain studi yang dilakukan oleh tim Balai Pelestarian Cagar Budaya Provinsi Jawa Tengah, kami juga mengadakan diskusi terbatas dengan para ahli,” jelas Ratna.

“Para ahli Universitas Gadjah Mada, yaitu Profesor Timbul Haryono selaku Guru Besar Ilmu Arkeologi dan Profesor Murdijati Gardjito selaku Guru Besar Ilmu dan Teknologi Pangan serta ahli dari Universitas Indonesia yakni Profesor Saptawati Bardosono selaku Guru Besar Nutrisi dan Bondan Kanumoyoso dari Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya, mengupas makna dari prasasti, penamaan yang tepat, dan gizi dan nutrisi dari makanan Abad VIII – X tersebut,” lanjutnya.

BERITA REKOMENDASI