Dimasak Tradisional, Serabi Kocor ‘Ngangeni’

SERABI kocor termasuk jajanan tradisional yang masih bisa dilestarikan sampai saat ini. Layak disyukuri juga adanya generasi muda masih semangat ‘nguri-nguri’ dengan mendirikan kuliner spesial ini. Bahkan untuk lebih mengenalkan ke masyarakat luas, disosialisasikan pula secara online.

Warga kawasan Jalan Bumijo Yogya, Chindarsatio DH termasuk yang semangat melestarikan serabi kocor. Apalagi kakek-neneknya (Mbah Padmo), pernah menerjuni bidang ini sehingga membuka serabi kocor Mbah Padmo dengan operasional mulai Pukul 16.00-22.00 WIB setiap harinya.

Menurut Chindar, semua serabi dimasak secara tradisional menggunakan wajan khusus terbuat dari tanah liat. Bahan bakarnya memakai arang kayu kualitas bagus, sehingga rasa/aroma serabi lebih lezat dan ‘ngangeni.’ Jenis serabi kocor asli ciri khasnya menggunakan kuah saat disajikan ke konsumen maupun dibungkus untuk dibawa pulang. Sedangkan serabi modifikasi seperti rasa coklat, keju, susu maupun perpaduan sejumlah rasa tanpa menggunakan kuah.

“Serabi kocor, setelah selesai dimasak dibiarkan dingin lalu ketika disajikan ke konsumen diberi kuah yang hangat. Sedangkan serabi dengan tambahan rasa perlu dihangatkan atau ‘ditanakkan’ dahulu sebelum diberi tambahan rasa dan disajikan ke konsumen,” jelas Chindar, baru-baru ini.

Dia mengakui rasa serabi kocor terutama ada gurihnya, yakni berasal perpaduan tepung beras dengan santan kelapa muda. Selain itu semakin segar dengan paduan rasa manis yang berasal dari campuran kuah. (Yan)

 

BERITA REKOMENDASI