Jadi Makanan Mewah Jaman Kerajaan Mataram, Ada Filosofi Jawa Pada Roti Kembang Waru

ROTI KEMBANG WARU yang merupakan makanan asli Kotagede, Yogyakarta sudah ada dan dikenal sejak jaman Kerajaan Mataram Islam sekitar abad ke-17 dan masih eksis hingga kini.

Roti mewah Jaman Kerajaan ini kerap disuguhkan pada perayaan atau hajatan penting di Kerajaan yang merupakan pecahan dari Mataram Kuno. Tak sembarangan, roti ini hanya boleh dikonsumsi oleh para bangsawan dan keluarga kerajaan. Roti kembang waru ternyata memiliki filosofi Jawa yang syarat akan makna kehidupan.

Kelopak bunga waru selalu berjumlah 8 mencirikan nasihat Hasto Broto, yakni jalan utama kehidupan yang digambarkan pada 8 elemen penting pembentuk kehidupan. Diharapkan bagi yang memakan akan selalu mengingat nasihat leluhur sehingga dapat menjalani kehidupan dengan penuh penghargaan.

“Kembangnya selalu 8 yang menunjuk pada elemen penting kehidupan yakni langit, angin, samudra, tanah, air, bulan, bintang, dan matahari,” ungkap salah satu pembuat roti kembang waru, Basiran Basis Hargito, Senin (15/6/2020).

BERITA REKOMENDASI