Menikmati Kesegaran Ngopi Luwak di Pinggir Sawah

JIKA Jika anda sedang mencari tempat nongkrong dengan suasana persawahan yang tak bikin kantong kempes, Warung Kopi Lemah Abang, bisa dijadikan ‘jujugan’. Terutama bagi para penikmat pahitnya kopi.

Berlokasi di Sekarpethak Bangunjiwo Kasihan Bantul, warung bernuansa Jawa ini menyajikan kopi luwak, pisang goreng dan tempe mendoan sebagai menu andalannya. Soal harga? Jangan takut. Secangkir kopi luwak di warung kopi milik Suharyanto ini, hanya dibandrol Rp 10.000.

Tak hanya menikmati kopi, para pengunjung juga bisa belajar cara mengolah kopi luwak. Mulai dari proses mengupas biji kopi, pengeringan, menyaring hingga cara menyajikannya. Didatangkan langsung oleh pemiliknya dari Wonosobo, kopi luwak di warung ini mampu memanjakan lidah pengunjung.

“Kita berdua adalah pecinta kopi. Dari beberapa kopi Nusantara yang sudah kami rasakan, kami jatuh hati pada nikmatnya kopi dari Wonosobo. Karena itu saat membuka warung, kita bekerjasama dengan para petani kopi luwak di Wonosobo, Jawa Tengah,” jelas Suharyanto didampingi istrinya, Nining, Jumat (4/9).

Semilirnya angin serta pemandangan sawah nan hijau, menambah suasana syahdu di tempat ini. Sesekali, terlihat bocah-bocah bermain layangan di pematang sawah atau warga setempat yang menggembalakan kambing ternaknya. Meskipun baru seminggu dibuka, kehadiran warung kopi ini rupanya sudah mampu menjadi daya tarik tersendiri. Buktinya, warung kopi ini sudah menjadi jujugan warga lokal, mulai dari goweser hingga warga negara asing (WNA). Tak hanya menikmati makanan atau minuman, sejumlah pengunjung terlihat asik berselfie di sekitar warung yang berlatar belakang persawahan ini.

Selain kopi luwak, warung yang buka sejak pukul 09.00 hingga 20.00 WIB ini juga menyajikan sejumlah menu tradisional lainnya. Antara lain, wedang jahe, berbagai macam sayur ndeso seperti oseng daun pepaya, jantung pisang maupun sayur tempe lombok ijo dengan harga yang tentunya sangat bersahabat.

Mengusung kearifan lokal, Suharyanto berharap kehadiran warung kopi miliknya bisa memberikan manfaat bagi warga sekitar. “Nama warung ini mengangkat kearifan lokal. Yakni karena lokasinya dekat desa wisata Kasongan yang terkenal dengan kerajinan gerabah dari tanah merahnya, warung ini kami beri nama Kopi Lemah Abang. Karyawan warung juga merupakan warga sekitar,” pungkasnya.(Ayu)

 

 

BERITA REKOMENDASI