Nasi Bakar Kelapa Kopyor, Jadi Menu Bukber yang ‘Mantul’

RATUSAN orang dari berbagai daerah, setiap sore hari menyerbu Desa Ngagel, Kecamatan Dukuhseti, Pati. Mereka berebut mendapatkan nasi bakar kelapa kopyor. Butiran kelapa yang hitam karena tempurung terpanggang api, menjadi menu utama untuk berbuka puasa.  

Kelapa kopyor (cocos nuficrra) tidak hanya sebatas dibuat minuman segar saja. Namun ternyata bisa dibuat nasi dengan sensasi tersendiri. Inilah yang ditawarkan seorang warga Desa Ngagel, Kecamatan Dukuhseti. 

Kawasan Kecamatan Dukuhseti sangat dikenal sebagai penghasil kelapa kopyor ditanah air. Namun warga setempat hanya menjual butiran kelapa kopyor ke sejumlah kota besar. Seperti Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Bandung ke Jakarta.  

Menyadari keunggulan daerahnya itulah, yang kemudian menantang Laila Hikmatus (39). Warga Desa Ngagel ini kemudian membuat nasi bakar, yang berasal dari kelapa kopyor.  

Awalnya kelapa kopyor dikupas salasatu ujungnya. Kemudian masukan beras ukuran gelas kecil. Yang terpenting air kelapa jangan dibuang. Karena air kelapa inilah yang akan mengubah rasa menjadi sensasi yang sangat luar biasa. 

"Lalu diberi bumbu tumis, seperti cabai merah, bawang merah, bawang putih, lengkuas dan daun salam," kata Laila Hikmatus, Rabu (22/5/2019) kepada KRJOGJA.com. 

"Bisa juga ditambah ikan asin, telor atau daging yang dipotong kecil," tutur Laila membedah resep masakannya. 

Racikan menu dimasukan ke dalam kelapa kopyor. Lalu dibakar di atas tungku. 

"Kalau kulit kelapa sudah membara karena terbakar api, berarti masakan sudah siap saji dan bisa langsung dinikmati," kata Laila. (Cuk)

BERITA REKOMENDASI