Sate Babon, Aroma dan Rasa Ueenak Tenan!

Editor: KRjogja/Gus

INGIN menyantap sate ayam kampung dengan cita rasa lezat dan mantap? Satu di antaranya dapat datang di warung sate Podomoro kawasan jalan Mataram Yogya. Kelezatannya tetap terjaga sampai saat ini, salah satunya menggunakan bahan baku ayam kampung betina (babon).

Menurut pemilik usaha kuliner setempat, Sarmin S, sejak awal memulai usahanya ia selalu memilih ayam kampung babon. Lebih diutamakan yang masih muda atau akan bertelur pertama kali, sebab juga ada ‘uritan’ atau calon telur. Uritan pun bisa disate dan banyak dipesan konsumen.

Menurut Sarmin, ia memulai usahanya dengan berjualan sate ayam keliling sejak 1959 silam. Lalu sejak 1975 sudah menetap atau tidak keliling lagi. Ayam kampung awalnya mencari sendiri di pasar, dalam perjalanannya sudah disetori sejumlah pengepul. Berbagai kalangan pun mengakui ayam kampung babon mempunyai cita rasa khas nan lezat ketika diolah menjadi sate.

Dipilihnya ayam babon yang masih muda, karena dagingnya lebih empuk atau tidak alot. Sedangkan tusuk sate yang digunakan berbahan lidi, bukan bambu sebab diyakini berpengaruh pada rasa dan aroma yang lebih enak. Mulai dari penyembelihan ayam, mengiris-iris, membuat bumbu, menusuk dan membakar sate, ia dibantu beberapa karyawan.

“Menggunakan bahan baku ayam kampung babon, tusuknya dari lidi dan bumbu-bumbu berkualitas tetap kami pertahankan sampai sekarang,” jelas Sarmin, baru-baru ini.

Harga sate ayam kampung di tempatnya, lanjut Sarmin, saat ini Rp 23.000 perporsi. Setiap satu porsi ada 10 tusuk. Bahan baku ayam kampung babon, setiap ekornya rata-rata bisa menjadi delapan porsi sate. Dalam menjalankan usahanya, ia pun dibantu sejumlah karyawan, bahkan ada karyawan yang sejak awal membantunya dan sekarang telah mempunyai cucu maupun ‘buyut.’

“Bagian kasir sudah biasa dibantu anak maupun menantu saya,” tandas Sarmin. (Yan)

 

 

BERITA REKOMENDASI