Sate Betutu Lezat Dipanggang di Bebatuan

Editor: Ivan Aditya

SATE betutu khas Bali mempunyai berbagai keunikan tersendiri. Tampilannya saat disajikan berwarna kekuningan, sebab ada rempah kunyitnya. Kuah sup terbuat dari kaldu sapi, sedangkan sayurnya terdiri dari irisan wortel dan tomat.

Untuk bisa mendapatkan sate betutu khas Bali, satu di antaranya dapat datang di Resto Kembang Sekawan kawasan Jalan Godean Sleman. Konsumen bahkan bisa melihat proses pemanggangan sate betutu ini yang bukan menggunakan kayu arang, namun bebatuan asal Gunung Agung di Bali.

Bebatuan ini oleh pihak pengelola lokasi kuliner setempat didatangkan langsung dari Bali dan diyakini mempunyai beberapa keistimewaan. “Bebatuan itu bisa sebagai pengganti kayu arang, tapi jelas lebih awet batu dibanding arang. Dari bagian bawah batu ada kompor menyala. Batu mampu menyerap bau gas elpiji, panasnya lebih awet dan tahan lama dibanding arang,” jelas salah satu pengelola kuliner setempat, Dani Rahmatanti kepada KRjogja.com, Jumat (04/11/2016).

Menurut Tanti sapaan akrabnya, sate betutu ini berbahan daging ayam potong bagian dada yang dikenal bertekstur lembut. Setelah daging dipotong-potong dadu, lalu dipadu dengan bumbu khas betutu lalu dibakar.

Sate ini tak menggunakan bumbu kacang. Saat disajikan dijodohkan dengan semangkuk sup sayur. Bisa dipadu lagi dengan nasi maupun tanpa nasi. Jika tanpa nasi seporsi sate betutu cukup Rp 23.000, sudah sepaket dengan sup sayur.

Selain sate betutu, jenis masakan lainnya yaitu ayam betutu spesial ayam kampung dan iga sapi bakar. Ayam betutu sudah banyak dikenal petualang kuliner, yakni termasuk masakan khas dengan bumbu Bali yang sangat kuat aroma rempahnya.

Karena sudah berada di Yogya, selain ada rasa khas Bali asam pedas dipadu juga dengan rasa kuliner Yogya yakni sedikit manis. Jika memesan utuh satu ayam, ada bumbu-bumbu yang dimasukan ke bagian dalam perut ayam kampung.

Selain wujud utuh, dapat juga memilih ayam betutu bagian dada maupun paha. Jika satu ayam utuh, bahkan ada bagian sayap, cakar dan kepala harganya Rp 150.000 perayam. Lain halnya untuk dada atau paha saja Rp 40.000 perporsi belum sama nasinya. (Yan)

BERITA REKOMENDASI