Sate ‘Kere’ Tetap Eksis dan Dicari Pembeli

BEBERAPA jeroan sapi dapat diolah menjadi masakan atau santapan nan lezat. Salah satu masakan cukup legendaris, yakni sate kere berbahan gajih serta sedikit daging sapi. Kuliner seperti ini cukup mudah ditemukan di kawasan Godean Sleman. Ada lagi lokasi kuliner di kawasan Bausasran Yogya dengan masakan andalan jeroan sapi seperti babat, iso, koyor dan limpo sapi goreng.

Menurut pemilik usaha pembuatan sate kere di Godean, Eni Sumaryatun, kekhasan dari sate ini dalam satu tusuk sate ada beberapa irisan gajih dan dua iris daging sapi. Ketika disajikan kepada konsumen dipadu dengan irisan ketupat serta sayur tempe. Satu porsi cukup Rp 8.000, sehingga dengan harga seperti ini terjangkau berbagai lapisan masyarakat.

"Perintis sate kere bernama Mbah Co mengawali menjual sate sapi seperti ini dengan berkeliling. Termasuk saat ada tontonan seperti wayang dan ketoprak. Dalam perkembangannya, yang pernah membantu Mbah Co dan beberapa tetangga mempunyai usaha serupa, tapi berjualannya tidak model berkeliling," jelas Eni, baru-baru ini.

Sate kere mempunyai kekhasan seperti ada perpaduan rasa gurih dan manis. Baik gajih maupun daging sapi sebelum dibakar terlebih dahulu direndam di air berbumbu selama sekitar dua jam. Bumbu yang digunakan jenis bumbu pawon komplit, tapi tanpa jahe, kunir dan kencur. Rasa manis bukan dari kecap namun dari gula merah, sebab sebelum dibakar juga dilumuri larutan gula merah. Setiap satu kilogram gajih dan daging sapi membutuhkan gula merah sekitar setengah kilogram.

"Sate kami bakar menggunakan arang yang benar-benar sudah membara. Lama pembakaran sekitar 10 menit. Sate ini tetap memiliki pelanggan setia sehingga tetap eksis sampai saat ini," tambahnya.

Pengelola kuliner Kebon nDhelik kawasan Bausasran,  Nisa Andriyani mengungkapkan, sebagian warga ada yang merasa takut untuk mengkonsumsi jeroan sapi karena alasan kolesterol . Namun banyak juga yang merasa senang, karena jeroan sapi ketika digoreng mempunyai cita rasa khas terutama gurih. Apalagi ditambah bumbu-bumbu serta ada sedikit rasa manisnya menjadikan banyak yang ketagihan. Belum lagi selalu ada sambal seperti jenis sambal trasi maupun bawang setiap porsi olahan jeroan sapi.

“Masakan jeroan sapi di tempat kami harganya cukup kisaran Rp 10.000 perporsi. Terutama jenis koyor, limpo, babat, iso dan paru goreng banyak diminati konsumen. Selain itu olahan dari ayam kampung juga kami jadikan andalan,” papar Nisa. (Yan)

BERITA REKOMENDASI