Sensasi Ketan Topping Durian.. Uenak Tenan

KUDAPAN berbahan beras ketan tak hanya bisa dipadu dengan serundeng, namun juga dapat dipadu susu sehingga dikenal dengan ketan susu (tansu). Selain itu dapat juga diberi aneka topping, misalnya olahan durian yang mirip pasta, sehingga akan memberi sensasi tersendiri ketika disantap.

Perpaduan ketan dan bahan-bahan tersebut, selain memberi cita rasa khas tersendiri, akan dapat mempengaruhi tampilan tansu saat disajikan sampai harga perporsi. Seperti halnya di Tansu Story kawasan Jalan Godean Sleman, ketan dengan topping durian harga dibanderol Rp 10.000 perporsi. Jika menggunakan topping lain, misalnya serundeng, cokelat, keju, cokelat susu, kacang cokelat dan kacang susu antara Rp 5.000 sampai Rp 7.000 perporsi.

“Bagi penggemar durian sekaligus tansu, meski harga tansu durian lebih mahal dibanding yang lain, tetap saja akan memilih tansu durian. Ada lagi konsumen karena merasa penasaran, lalu lebih memilih tansu durian,” jelas kru Tansu Story, Yoyok TS, baru-baru ini.

Menurutnya, durian termasuk jenis buah dengan harga mahal, sehingga ketika diolah menjadi mirip pasta lalu dijadikan topping ketan, menjadikan ikut mendongkrak harga. Sampai saat ini pihaknya mendapatkan olahan durian dijadikan topping ketan, yakni dari salah satu pengepul olahan durian di Yogyakarta.

Adapun tahapan mengolah beras ketan, pihaknya mempunyai tenaga yang sudah piawai mengolah jenis beras tersebut. Langkah awalnya beras ketan dicuci bersih. Selanjutnya perlu direndam dalam air bersih sampai sekitar satu jam. Setelah itu beras ketan dikukus sampai setengah matang, kurang lebih selama 15 menit.

Dalam wadah tersendiri seperti menggunakan panci, mulai merebus santan, garam,daun salam dan daun pandan sampai mendidih. Setelah api dimatikan, ketan yang telah dikukus tadi dimasukkan ke panci rebusan santan. Lalu diaduk-aduk hingga santan terserap habis. Selanjutnya mendidihkan air menggunakan dandang/panci kukusan dengan api sedang.

“Ketan yang sudah diaduk dengan santan dikukus lagi sampai matang selama kisaran 30 menit. Setelah itu ditempatkan pada wadah dan setiap ada pembeli, ketan dicetak dahulu,” papar Yoyok. (Yan)

 

BERITA REKOMENDASI