Ternyata Kurma Termahal Berasal dari Amerika, Mau Tahu Penyebabnya?

YOGYA, KRJOGJA.com – Selama ini mungkin kita mengenal kurma sebagai buah yang berasal dari Timur Tengah. Namun ternyata, saat ini kurma yang diklaim terbaik berasal dari wilayah Arizona Amerika Serikat.

Fakta tersebut disampaikan salah satu konsultan impor Kafi Kurnia dari PT Peka Sadtra Adhika saat berbincang dengan KRjogja.com Kamis (29/3/2018). Kafi mengungkap bahwa saat ini kurma yang harganya paling mahal dipasaran adalah brand Natural Delights yang ditanam di sebuah perkebunan kawasan Arizona Amerika Serikat.

“Satu karton kurma ini sekarang nilainya Rp 2,5 juta dan sangat laris di Indonesia karena rasanya manis dan bentuknya besar-besar. Mungkin semua kaget karena mengira kurma berasal dari timur tengah ya,” ungkapnya di sela gathering bertajuk Ramadhan Detoks di Melia Purosani Hotel, Kamis (29/3/2018).

Kafi yang sudah cukup lama mengamati perkembangan buah-buahan asal Amerika tersebut menilai kurma yang dibudidaya di perkebunan Arizona memiliki keunggulan yang tak dimiliki timur tengah. Perbedaan jenis lahan tanam menurut dia ternyata begitu mempengaruhi hasil akhir kurma.

“Amerika sudah melakukan penelitian terhadap kurma sejak tahun 60-an dan ternyata mereka menemukan daerah cocok untuk menanam yakni di gurun Arizona. Tapi yang membedakan di Arizona ada sungai bawah tanah yang ternyata membuat kualitas kurma jauh lebih baik daripada tempat aslinya di Timur Tengah, ini yang benar-benar membedakan,” sambungnya.

PT Peka Sadtra Adhika sendiri saat ini sedang mengkampanyekan detoksivikasi selama bulan Ramadhan. Umat Muslim yang menjalankan ibadah diharapkan mulai memperhatikan lebih detail asupan gizi agar tubuh memaksimalkan penghilangan racun yang tertimbun hampir 11 bulan dalam satu tahun.

“Kami mengajak masyarakat Indonesia untuk lebih memperhatikan asupan gizi saat puasa misalnya dengan banyak mengkonsumsi buah dan sayur agar serat dalam tubuh banyak dan tak mudah lapar. Tidak harus kaya untuk bisa hidup sehat, tapi kita semua bisa kalau mau,” ungkapnya lagi.

Saat ini di Yogyakarta dua UMKM mulai menjajal keunggulan kurma Natural Delights yakni Bodjo dan Bakpiapia. Kedua brand asli Yogyakarta yang digagas anak-anak muda ini menjajal varian baru rasa kurma yang dinilai mampu memberi warna baru.

“Kalau kami kurma ini mampu menjadi bahan subsidi silang, karena kualitasnya baik dan rasanya manis meski harganya cukup mahal tapi kurma ini mampu menggantikan gula yang biasanya lebih dominan. Di satu sisi lebih sehat daripada gula juga, konsumen juga punya pengalaman baru dengan kurma ini,” ungkap Bowo Wicaksono owner Bodjo (Banana Oleh-Oleh Jogja).

PT Peka Sadtra Adhika sendiri saat ini terus mengkampanyekan budaya hidup sehat untuk masyarakat Indonesia. Sejak 2017 lalu, tiga kota yakni Surabaya, Yogyakarta dan Bali menjadi target di mana mereka membuat lomba oleh-oleh di mana para pemenang akan mendapat suport produk import asal Amerika Serikat berupa kismis, kurma, kacang-kacangan serta buah-buahan. (Fxh)

 

BERITA REKOMENDASI