Terselip Spirit ‘Guyub’ Saat Bersantap

RAMADAN menjadi rejeki tambahan untuk sejumlah pengusaha kuliner. Salah satunya bagi Rima Widiana. Gerai kulinernya yang berlabel 'Ayam Goreng Bugisan' tiap sore hari jelang waktu maghrib selalu dijubeli pengunjung. Bisa menjadi alternatif tempat berbuka puasa bersama relasi, rekan kerja atau keluarga.

Terbukti, saat mengunjungi gerai di Jalan  Bugisan yang didominasi cat warna hijau tersebut. Dengan ramah, wanita yang juga Humas DPC Harpi Kota Yogya ini, membawa kami ke lantai atas untuk melihat suasana sore itu. 

"Setiap sore ya begini. Uyuk-uyukan antara karyawan dan pengunjung. Makan dengan cara dahar kembul lagi nge-hits di tempat saya. Alhamdullilah, pengunjung datang silih berganti. Bahkan banyak yang balik ke sini membawa teman ataupun keluarga,” jelas wanita yang juga punya usaha Rias Manten ini.

Rima sengaja memilih cara makan dahar kembul karena disamping unik, cara ini juga bisa bikin guyub, lantaran cara makannya keroyokan diatas meja dengan dilapisi daun pisang. "Dulu cara seperti ini (dahar kembul) hanya ditemui di desa-desa. Bahkan sekarang di sejumlah desa jarang dijumpai makan kembulan. Makanya saya ingin mengusung spirit keguyuban itu dalam cara makan,” imbuh wanita asal Wonosobo ini.

Saat ditanya tentang isian lauk pauk yang terdapat dalam dahar kembul, Rima segera menjawab jika makanan yang disajikan semuanya fresh. Sehat. Tak mengandung zat pengawet. “Pada dasarnya saya memegang prinsip hidup sehat. Di gerai kami tak ada ‘makanan jahat’, ataupun zat pengawet. Semua makanan dari alam, tanpa bahan kimia,” jelas ibu dua anak ini.

Bedug maghrib sebentar lagi tiba, dahar kembul di meja sudah siap disantap. Ada ayam goreng, pete setengah matang, balado terong, bakmi, pecel, gudangan, tumis pare pedas, hingga sambal mentah & sambal tumis. Semunya enak poll. Nyamleng tenan. 

"Monggo didahar. Kalau ada yang kurang dari sisi rasa atau pelayanan bisa komplain ke saya. Di tempat kami selalu ada evaluasi menu tiap bulannya. Ini juga untuk menjaring konsumen agar tidak bosan dengan sejumlah menu,” tandas Rima yang juga membuka gerai di Wonosobo dan Kulonprogo. (*)

 

BERITA REKOMENDASI