Desa Wisata Cibuntu Jaga Kelestarian Lokal

Di sepanjang perjalanan, para wisatawan bisa menikmati indahnya alam dengan hamparan hijau hutan, sawah dan ladang masyarakat.

Keindahan alam yang dimiliki oleh desa wisata Cibuntu ini akan membuat siapa saja yang berkunjung merasa betah berlama-lama di tempat itu, karena di desa ini para wisatawan  dapat mengunjungi berbagai macam spot khas seperti situs peninggalan zaman dulu seperti situs Birit Dayeuh,  Bujal Dayeuh, Hulu Dayeuh peralatan dari jaman purbakala seperti batu dan giok, Kampung domba  Curug Gonseng, hingga sumber mata air yang dikenal juga dengan Sumber Kahuripan dan kamping domba.

Para wisatawan yang ingin menginap desa wisata ini ada sekitar 60  homestay   dengan fasilitas dan kebersihannya nya yang tidak kalah dengan  hotel berbintang . Selain  bisa juga menginap di camping site  karena di area desa ini ada tempat wisata bumi perkemahan yang juga dilengkapi kolam renang dan arena panahan.

Jika ingin menginap, beberapa homestay ditawarkan dengan kisaran harga Rp 150.000 – Rp 200.000 per kamar per malam termasuk tiket masuk ke kawan ini. . Sementara untuk berkemah ditawarkan dengan harga Rpb250.000-Rp 350.000 per malam termasuk makan tiga kali. Sedangkan tiket dan fasilitas kolam renang dengan tarif Rp 10.000 untuk orang dewasa, dan Rp 5.000 untuk anak-anak

Ada satu hal yang terlihat desa wisata ini semakin menjadi lebih unik, yakni mereka memiliki Kampung Domba.  Seluruh kambing atau domba ini milik warga yang di taruh di sana di suatu tempat dimana kandangnya bergegar rapi dan bersih karena arena kambing inj dibersihkan 2 kali sehari dan bahkan dombanya dimandikan setiap hari sehingga “ aroma” khas kambing tidak terlalu menganggu pengunjung.

Kampung Kambing merupakan kandang khusus yang memiliki lebih dari ribuan kambing. Meski begitu, lingkungannya tampak terlihat bersih dan asri.

Dan yang terbaru dari Desa Wisata Cibuntu menurutnya, yakni Coffee Shop yang menawarkan suguhan kopi dari biji kopi Desa Cibereum, Kuningan dengan rasa yang enak dan sangat pas untuk diminum.

Ada satu hal yang terlihat desa wisata ini semakin menjadi lebih unik, yakni mereka memiliki Kampung Domba (Kambing). Seluruh kambing ini milik warga yang di taruh di sana. Kampung Kambing merupakan kandang khusus yang memiliki lebih dari ribuan kambing. Meski begitu, lingkungannya tampak terlihat bersih dan asri.

“ Di kawasan ini sangat dijaga baik kelestarian dan tetap dikelola oleh pihak lokal secara tradisional. Kami cukup bangga menjadi bagian dari Desa Wisata Cibuntu yang memiliki daya tarik bukan karena hiasan saja yang mempercantiknya, akan tetapi pembinaan berkesinambungan dan komitmen komunitas masyarakatnya dalam menjaga keberadaan Desa Wisata Cibuntu yang jadi kekuatan utama. Masyarakat Desa Wisata Cibuntu pun selalu menjaga Sapta Pesona sebagai acuan mengelola keberlangsungan Desa Wisata ini,” katanya.

Awam mengatakan bahwa keberhasilan pengelolaan desa wisata ini tidak terlepas dari masyarakat desa Cibuntu sendiri yang kompak dan mau bekerja keras serta bersama-sama untuk membangun desanya menjadi desa wisata yang kini telah mengantongi berbagai macam prestasi.

Selain itu juga, pembinaan yang dilakukan kepada masyarkat juga terkait sapta pesona merupakan sebuah keberhasilan tersendiri. Dengan adanya pembinaan tersebut,masyarakat desa Cibuntu sadar akan pentingnya sebuah kenyaman, kebesihan dan sopan santun, sehingga saat ada rombongan wisatawan yang datang akan selalu di sambut dengan tradisi khas masyarakat Cibuntu.

Selain itu, desa wisata Cibuntu ini juga memiliki upacara Sedekah Bumi yang diselenggarakan setiap tahun. Upacara yang biasanya berlangsung selama tiga hari ini merupakan sebuah tradisi lokal yang terus dilestarikan hingga kini. Adapun maksud penyelenggaraan upacara Sedekah Bumi ini adalah sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT atas melimpahnya hasil panen.

Pengembangan kawasan wisata dengan luas sekitar 6 hektare tersebut, seluruhnya diperuntukkan bagi sekitar 1.000 warga, baik dari sisi investasi maupun pengelolaan.

Karena itu, komunitas pariwisata Desa Cibuntu tidak mau menerima pihak luar yang ingin menanamkan modal dalam pengembangan Desa Wisata Cibuntu.

“Saya memprotek warga Desa Cibuntu jika ada yang menjual tanah. Pembelinya harus warga desa sendiri. Bukannya kami menolak investasi, tapi kami harus mensejahterakan warga Desa Cibuntu,” tegasnya. (Lmg)

BERITA REKOMENDASI