Gedung Sate Rayakan HUT ke 100, Dibuka Untuk Umum

Namun saat itu terjadi krisis ekonomi akibat perang dunia pertama, dari 17 gedung yang direncanakan, hanya 3 bangunan yang mampu direalisasikan oleh Hindia Belanda pada saat itu,satu diantaranya adalah gedung sate.

“Awalnya Gedung Sate ini hanya akan menjadi awal dari pembangunan Kompleks Pemerintahan Pusat Hindia Belanda untuk menggantikan peran Batavia. Menurut masterplan-nya akan dibangun 17 gedung hanya saja yang terealisasi baru 3 bangunan dikarenakan adanya krisis ekonomi akibat perang dunia ke-1,” jelasnya.

 

Dijelaskan Azis, Kompleks Gedung Sate akan terus dikembangkan sebagai destinasi wisata yang ramah bagi pejalan kaki dengan pembangunan pedesterian hingga mencapai Monju (Monumen Juang). Langkah inj diharapkan bisa menarik perhatian wisatawan berkunjung, karena Gedung Sate sangat tepat menjadi centrepoint pariwisata Kota Bandung.

” Masyarakat diharapkan lebih bisa mengenal nilai Gedung Sate. Selain dari sisi arsitekturnya,juga nilai sejarah perjuangan yang tujuh pemuda mempertahankan gedung sate dari agresi militer tentara Gurka” ungkapnya.

Dalam rangka masa Adaptasi Kebiasaan Baru, Gedung Sate yang kini menjadi pusat pemerintahan Propinsi Jawa Barat menerapkan protokol kesehatan ketat sebagai bagian upaya mewujudkan pariwisata yang aman dan nyaman di provinsi Jawa Barat. ” Kunjungan ke Gedung Sate dibuka kembali,dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat,” ujar Aziz.(Lmg)

BERITA REKOMENDASI