Kreatifitas Jajan Jogja Bikin Pariwisata Penuh Warna

JAKARTA, KRJOGJA.com – Industri pariwisata kini sudah tahu betul, kuliner jadi satu destinasi favorite wisata ke Indonesia. Berbagai cara promosi pariwisata dibidang kuliner terus dilakukan. Salah satunya melalui digital yang dengan aplikasi atau website kuliner yaitu jajanjogja.com yang ada di Yogyakarta, Jawa Tengah.

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Esthy Reko Astuti didampingi Kepala Bidang Promosi Wisata Pertemuan dan Konvensi Asdep Bisnis dan Pemerintah Kemenpar Eddy Susilo mengatakan, promosi melalui digital secara keeatif ini merupakan satu upaya memperkenalkan kuliner unggulan daerah mulai dari kaki lima hingga restoran bintang lima agar dapat menjadi ikon wisata di daerah, khususnya pariwisata di Yogyakarta.

"Ini yang dimaksud dengan kreatifitas. Kota yang kreatif harus banyak melakukan inovasi. Ini anak muda yang melihat potensi kuliner, jajanjogja.com mengangkat jajanan pasar nusantara yang didorong agar terkenal hingga ke masyarakat Yogyakarta, daerah lain, serta wisatawan mancanegara melalui digital, harus dikembangkan dan dilakukan lagi oleh Kota Kreatif lainnya," kata Esthy yang juga diamini Eddy Susilo.

Eddy menyampaikan sektor pariwisata merupakan industri yang paling efisien dalam menggerakkan ekonomi masyarakat dan menyumbang 9,6 persen atas produk domestik bruto (PDB) Indonesia pada 2015 atau berkontribusi 82,4 miliar dolar AS.

Di sisi lain, pada 2013 sektor kuliner mampu memberikan kontribusi nilai tambah bruto yakni sebesar Rp208,6 triliun dengan rata-rata pertumbuhan sebesar 4,5 persen dan mampu menyerap tenaga kerja hingga 3,7 juta orang dengan pertumbuhan rata-rata 0,26 persen.

Eddy juga menambahkan, masyarakat di zaman millenial ini sudah tidak mau repot untuk berburu kuliner. Semuanya bisa dicari dengan mudah, kuliner apa yang khas? berada dimana? Bukanya jam berapa? Semua tinggal masuk ke suatu aplikasi dan langsung didapat.

“Di era digitalisasi saat ini, masyarakat tidak membutuhkan seorang teman disetiap daerah  untuk mencari makanan, oleh-oleh atau souvenir, semuanya bisa dicari melalui digital,” katanya.

Semetara itu, Affi Khresna Former General Manager Jajan Jogja Jajanpedia (jajanjogja.com) mengatakan, aplikasi ini lahir untuk menyikapi berbagai modifikasi makanan yang lahir, dan pertumbuhan market yang tumbuh pesat. Sehingga sulitnya mencari jajanan otentik yang hampir jarang ditemukan.

“Sebuah jajanpedia yang menceritakan tidak hanya mengenai enak dan tidaknya sebuah jajanan. Tetapi juga menyampaikan cerita di balik setiap jajanan lokal otentik,” ujarnya.

Diaplikasi tersebut, lanjut Affi, wisatawan bisa menemukan dengan mudah, baik suatu event kuliner lokal disetiap bulannya dengan tema yang berbeda. Tidak hanya itu, wisatawan juga bisa mencari sebuah makanan otentik yang disajikan dalam format suguhan dimana makanan yang disajikan direncanakan menyesuaikan dengan momentum dan dikonsepkan sesuai dengan cara pandang Jajan Jogja.

“Yang lebih seru, wisatawan juga bisa menyusun sebuah rute untuk menjelajahi jajanan otentik di Jogja yang dirangkai dalam berbagai varian waktu mulai dari satu hari, tiga hari, dan lima hari selama di Jogja. Dan juga disediakan mulai dari sarapan, cemilan pagi, makan siang, cemilan sore, makan malam dan cemilan larut malam,” ucapnya.

Mendengar hal itu, Menteri Pariwisata menyambut baik applikasi digital yang memudahkan wisatawan mendapaatkan kuliner otentik disuatu destinasi wisata. kuliner tradisional Indonesia terbukti memiliki daya tarik yang besar, apalagi dengan dinobatkannya rendang sebagai salah satu makanan terlezat di dunia.

"Hal ini membuktikan bahwa kuliner Indonesia disukai serta siap menjadi salah satu faktor penggerak ekonomi masyarakat, khususnya dalam hal bisnis skala kecil," ujar Menpar Arief Yahya.

Saat ini wisata kuliner bukan fenomena sesaat namun telah menjadi daya tarik dan tujuan utama berwisata ke suatu destinasi. "Wisata kuliner diyakini mampu menjadi unsur utama yang berfungsi sebagai perekat terhadap rangkaian berwisata, mengingat kepariwisataan merupakan sektor yang multi-atribut dan prospektif sebagai pintu gerbang sekaligus citra pariwisata Indonesia," ujar Menpar Arief Yahya.(*)

BERITA REKOMENDASI