Menpar Dan Mendag Resmikan El Royale Banyuwangi

BANYUWANGI, KRJOGJA.com – Rabu, 21 Juni 2017 betul-betul hari istimewa. Bagaimana tidak? Pertama, menjadi hari peringatan ulang tahun Presiden Joko Widodo ke-56. Kedua, tanggal itu juga diperingati sebagai wafatnya Proklamator Kemerdekaan RI dan sekaligus Presiden I, Ir Soekarno. 

Ketiga, hari itu hari bersejarah bagi Banyuwangi, yang memiliki Hotel Bintang Empat kedua, setelah Santika, yakni El Royale Hotel & Resort.  Lebih istimewa lagi, peresmian itu dihadiri dua menteri Kabinet Kerja Jokowi, yakni Menpar Arief Yahya dan Mendag Enggartiasto Lukita. Bupati Banyuwangi Azwar Anas yang sedang berumrah dari Mekah pun tersambung melalui teleconference. 

Menpar Arief menyampaikan 3 hal utama dalam sambutannya. Pertama, dalam pengembangan destinasi dia memperkenalkan 3A, Atraksi, Akses dan Amenitas. Hadirnya El Royale Hotel dan Resort itu adalah bentuk pengembangan amenitas, yang menjadi critical bagi pengembangan destinasi. 

Untuk aksesibilitas, rampungnya bandara Blimbingsari menjadi sangat menentukan agar Banyuwangi semakin menjadi destinasi kelas Dunia. Menpar Arief mencontohkan bagaimana Bandara Silangit "dipaksa" untuk maju dan berkembang agar semakin mudah akses ke Danau Toba dan semakin banyak wisatawan yang berkunjung ke sana. 

"Sekarang, Silangit didarati semakin banyak airlines dan semakin banyak wisatawan yang diangkut ke pintu menuju Danau Toba itu," ungkap Arief Yahya. 
Menpar yakin, Banyuwangi bisa lebih cepat, penyediaan 3A-nya. Kedua, point penting yang disampaikan Menpar Arief Yahya adalah pembangunan ballroom/conference venue terbesar di Banyuwangi yang berkapasitas 1300 orang di El Royale Hotel itu. "Itu harus dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk gelaran event MICE sebanyak banyaknya. MICE adalah Meetings, Incentives, Conferences, Exhibitions," jelasnya. 

Keuntungan dari berkembangnya MICE tourism adalah wisman MICE melakukan spending dua kali lebih banyak daripada wisman biasa. ARPU atau Average Revenue Per User-nya jauh lebih tinggi, dan lokasi atau daerah penyelenggaraan MICE akan memperoleh keuntungan berupa perbaikan berbagai sektor yang ada. 

Dia mencontohkan, semakin sering conferences, diskusi tentang perikanan dilakukan di Banyuwangi, maka sektor perikanan akan semakin maju.
Ketiga, point yang penting menurut Menpar Arief Yahya adalah, untuk maju memenangkan persaingan, khususnya ketika bidding untuk event MICE nasional maupun internasional, maka Banyuwangi harus Incorporated. Bersatu membawa nama baik Banyuwangi dan Indonesia di pentas dunia. "Ketika bersatu, maka kita akan kuat dan memenangkan persaingan," jelas Arief Yahya. 

Kesempatan itu, juga sekaligus digunakan untuk pelatihan dasar SDM Kepariwisataan di Hotel Santika, 22 Juni 2017. Menpar membuka secara simbolis Pelatihan Dasar SDM bagi stakeholders Banyuwangi melalui penyematan name tag ke perwakilan peserta pelatihan yang terdiri dari unsur akademisi, bisnis, pemerintah, komunitas dan media, Pentahelix. 

Dalam press conference yang dilakukan di El Royale Hotel and Resort yang berarsitektur gaya Osing –Suku Asli Banyuwangi– itu, Menpar Arief menyebutkan bahwa Banyuwangi akan banyak investasi di bidang pariwisata. "Banyuwangi sukses sebagai Kota Festival, dalam setahun ada 72 events dan konsisten, dari tahun ke tahun. Itu menjadi kekuatan atraksi Banyuwangi," jelas Menpar Arief yang asli Banyuwangi itu. (*)

BERITA REKOMENDASI