‘Pedestrian Malioboro Madiun’ Jujugan Wisatawan Berlibur

PEMERINTAH Kota (Pemkot) Madiun, Jawa Timur menyadari sektor pariwisata dan Usaha Menengah Kecil dan Mikro (UMKM) mampu meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan mendongkrak perekonomian masyarakat kecil. Karena itu, pemerintah setempat berupaya keras menyelesaikan pembangunan Pedestrian Pahlawan Street Center di sepanjang kawasan Balaikota Madiun.

Pembangunan kawasan yang terinspirasi dari Pedestrian Malioboro Yogyakarta tersebut saat ini sudah mencapai 75 persen dan menelan anggaran Rp 20 miliar. “Proyek ini digagas Pak Walikota Madiun, Drs H Maidi SH dan pembangunannya sudah dimulai 2019 akhir. Semula kami targetkan rampung 2021 tapi karena refocusing

anggaran akibat pandemi Covid-19 maka penyelesaian pekerjaan jadi mundur,” kata Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kota Madiun, Jariyanto kepada jurnalis tergabung dalam Paguyuban Wartawan Kulonprogo (PWK) yang menggelar press tour bersama Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kulonprogo, Senin (14/12).

Diungkapkan pembangunan pedestrian tersebut merupakan upaya mewujudkan visi misi Walikota Madiun Drs Maidi yakni Panca Karya. Fasilitas publik itu hadir untuk memperindah kota sekaligus memberikan fasilitas yang bisa dinikmati publik. “Pedestrian juga untuk mengangkat potensi wisata di sekitar Jalan Pahlawan, salah satunya Kampung Pendekar. Sehingga fasilitas penunjang lainnya kami kembangkan,” jelasnya.

Disamping itu pengembangan area perkotaan sekaligus penataan ulang kawasan tertentu sebagai upaya menambah PAD sektor perpajakan. “Insya Allah tahun depan dimulai pengembangan kawasan Kampung Pendekar sebagai realisasi pengembangan SDM Kota Madiun,” tuturnya.

Kasi Pemeliharaan Jalan Bidang Bina Marga, DPUTR Kota Madiun Agus Trisukamto menjelaskan, dana pembangunan pedestrian mulai dari Jalan Kompol Sunaryo sampai Tugu Pendekar bersumber APBD Kota Madiun sebesar Rp 20 miliar “Kami optimis pedestrian ini mampu meningkatkan roda perekonomian masyarakat,” ujarnya.

Selain terinspirasi pedestrian Malioboro Yogyakarta, Pedestrian Pahlawan Street Center juga menampilkan icon sejumlah negara. Seperti Miniatur Ka’bah, Marlion Park dan Menara Eiffel. Kendati terinspirasi pedestrian Malioboro, tapi Agus Trisukamto memastikan kedua objek tidak sama persis. Jika Pedestrian Malioboro berada di sisi kiri dan kanan jalan maka pedestrian Pahlawan Street Center hanya di sisi kiri ruas jalan Pahlawan Kota Madiun. Demikian juga panjangnya ‘Pedestrian Malioboro Madiun’ dua kali lipat pedestrian Malioboro,” tuturnya.

‘Pedestrian Malioboro Madiun’ nampak bersih dan tertata rapi. Keindahan semakin sempurna dengan ditempatkannya sejumlah kursi taman berbahan besi dengan meja payung berbahan kayu di depan Balai Kota. (Asrul Sani)

BERITA REKOMENDASI