Selain Candi Borobudur, Ini 10 Tempat Wisata Religi di Jateng-DIY Paling Banyak Dikunjungi

user
Ary B Prass 15 Mei 2022, 15:57 WIB
untitled

YOGYA, KRJOGJA.com - Selain Candi Borobudur yang 16 Mei 2022 ini dijadikan sentra perayaan Waisak umat Budha, di Jateng dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) juga bertebaran tempat-tempat wisata religi yang wajib dikunjungi masing-masing umat.

Selain menawarkan keindahan, tempat-tempat ini juga dapat untuk menambah pengalaman dan wawasan. Berikut tempat-tempat wisata religi tersebut:

1. Candi Borobudur

Rangkaian Perayaan Waisak 2566 BE atau tahun 2022 dipusatkan di Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Perayaan kali ini kembali dilangsungkan setelah dua tahun ditiadakan karena pandemi.

Candi Borobudur memang seperti wisata wajib bagi wisatawan. Meskipun letaknya di Magelang, Candi Borobudur bisa dijangkau dalam 1,5 jam saja dengan kendaraan pribadi/sewaan dari pusat Kota Yogya. Transportasi Umum ke Borobudur juga tersedia.

Candi Borobudur buka setiap hari pk 08:00 sampai pk 15:00, tetapi hari Senin pengunjung tidak diperbolehkan masuk ke halaman candi. Waktu terbaik untuk mengunjungi Candi Borobudur adalah pagi-pagi sekali, saat udara masih segar.

Harga tiket masuk Candi Borobudur adalah Rp 50.000 untuk dewasa dan Rp25.000 untuk anak 3-10 tahun. Ada diskon 50% untuk rombongan pelajar/mahasiswa, minimal 20 orang.

Sedang untuk harga tiket pelepasan lampion saat Waisak 2022 ini dibanderol mulai dari Rp 210 ribu dan hanya berlaku untuk akses masuk ke zona festival lampion.

2. Candi Prambanan

Candi Prambanan dibangun pada abad ke-9. Menjulang setinggi 47 meter dengan ornamen yang mengagumkan, kecantikan candi Hindu ini tak tertandingi. Candi Prambanan terletak 17 km ke arah timur dari Yogyakarta.

Loket tiket reguler buka setiap hari pk 08:00 sampai pk 17:15, tetapi kita bisa masuk lebih awal dengan mengambil paket Pruputan (pk 06.30 - 08.00). Waktu terbaik untuk mengunjungi Candi Prambanan adalah pagi-pagi sekali, saat udara masih segar.

Kendaraan bisa masuk area parkir sebelum pk 17.15. Hari Senin pengunjung tidak diperbolehkan masuk ke halaman candi.

Harga tiket masuk Candi Prambanan adalah Rp 50.000 untuk dewasa, dan Rp 25.000 untuk anak 3-10 tahun. Ada diskon 50% untuk rombongan pelajar/mahasiswa, minimal 20 orang.

3. Masjid Gedhe Kauman

Masjid ini dibangun oleh Sultan Hamengkubuwono I pada 29 Mei 1773 dengan Kyai Faqih Ibrahim Diponingrat sebagai penghulu kraton pertama sementara Kyai Wiryokusumo sebagai Arsiteknya. Gaya arsitekturalnya yang kental dengan nuansa Jawa memberikan kesan yang tenang. Hal tersebut menjadi salah satu daya tarik tersendiri sebagai objek wisata sejarah bagi para wisatawan lokal maupun asing.

Masjid ini terletak di sebelah barat Alun – Alun Utara Yogyakarta dan beralamat di Kampung Kauman, Kelurahan Ngupasan, Kecamatan Gondomanan, Kota Yogyakarta. Masjid ini dibangun diatas tanah seluas 16000 meter persegi dengan luas bangunan masjid hingga 2578 meter persegi yang dapat menampung jamaah hingga 1500 jamaah. Masjid Gedhe Kauman merupakan objek wisata religi atau keagamaan karena masjid Gede ini dibangun pada tahun 1773 masehi yang pembangunannya diprakarsai sendiri oleh Sri sultan Hamengkubuwono I.

Bangunan Masjid Gedhe Kauman mempunyai gaya arsitek tradisional Jawa yang sarat makna. Atap dari mesjid ini memiliki pola tiga susun dengan nama Tajug Lambang Teplok yang setiap susun memiliki makna dari bawah Hakikat, Syariat dan Ma’rifat. Dibagian atas atap terdapat Mustaka seperti daun kluwih yang bermakna Keistimewaan bagi orang yang mencapai kesempurnaan hidup.

Lalu juga Gadha dengan bentuk huruf Alif sebagai lambang bahwa Allah itu satu, yang bermakna bagi orang yang telah menjalani Hakikat, Syariat dan Ma’rifat akan senantiasa selalu dekat dengan Allah yang Maha Esa.

4. Klenteng Sam Po Kong

Klenteng Sam Po Kong merupakan klenteng kebanggaan dari masyarakat kota Bandeng. Klenteng ini begitu menarik untuk dikunjungi karena arsitektur yang dimilikinya begitu khas Tiong Hoa. Saat anda memasuki kawasan klenteng ini, maka anda akan disuguhi dengan sejarah Laksamana Cheng Ho, yang konon berlayar sampai ke Semarang.

Selain menawarkan sejarah, klenteng Sam Po Kong juga menawarkan moment foto layaknya khas negeri tirai bambu, karena di tempat ini disediakan pakaian ala prajurit Cina.

5. Gereja Blenduk

Nama asli gereja blenduk sendiri adalah Gereja Protestan Indonesia Barat Immanuel (GPIB Immanuel). Asal kata nama tersebut merupakan dari bentuk atap gereja yang unik menyerupai bentuk kubah setengah lingkaran. Dan bila memasuki kedalam gereja maka anda akan disuguhkan pemandangan indah dari interior yang bergaya neo klasik jaman dulu.

Ruangan gereja berhiaskan lampu gantung kristal dan bangku yang berjejer rapi ala negeri Belanda. Bangunan gereja dibangun bernuansakan khas negeri kincir angin. Gereja blenduk beralamat di Jl. Letjend Suprapto 32, Kota Lama.

Di tempat ini juga anda akan disuguhi dengan kenang-kenangan dari masa pemerintahan Belanda, sehingga akan memberikan pengalaman wisata yang tidak terlupakan.

6. Makam Sunan Kalijaga

Wisata religi Jateng selanjutnya adalah makam Sunan kalijaga. Sunan ini dikenal sebagai salah satu wali yang telah menyebarkan ajaran Islam dengan cara-cara yang ramah dan bijak di pulau Jawa, dengan menyisipkannya melalui budaya dan seni, seperti lewat tembang-tembang Jawa dan wayang.

Lokasi wisata religi makam Sunan Kalijaga ini berada di daerah Kadilangu. Selain terdapat makam Sunan Kalijaga, ternyata di kompleks ini terdapat juga berbagai situs bersejarah kerajaan Islam yang dapat anda pelajari.

7. Makam Sunan Kudus

Tidak terlalu jauh dari kota Demak, maka ada kota Kudus yang sangat terkenal akan produk kreteknya. Selain itu, di sini juga terdapat makam anggota Wali Songo, beliau adalah Sunan Kudus. Pemakaman ini satu kompleks dengan sebuah mesjid yang selalu ramai dikunjungi oleh para wisatawan.

Untuk mesjidnya sendiri cukup unik, karena terdapat sebuah menara yang berbentuk seperti candi-candi Hindu. Dan menurut sejarahnya, hal ini dilakukan supaya memudahkan Sunan Kudus untuk menarik penganut Hindu agar masuk ke agama Islam pada zaman dahulu. Sehingga, untuk anda yang sedang berada di Kudus, maka tidak ada salahnya mengunjungi Makam Sunan Kudus ini.

8. Pura Agung Giri Natha

Pura ini adalah salah satu pura yang begitu eksotis yang berada di Jalan Sumbing. Nuansa yang dimiliki oleh Pura Agung Giri Natha begitu sejuk. Pura ini sendiri sudah dibangun sekitar tahun 1968.

Pembangunan pura ini dilakukan oleh umat Hindu yang memang berdomisili di kota Semarang. Pura Agung Giri Natha adalah pura terbesar yang ada di kota Semarang. Ketika anda mengunjungi pura ini, maka anda akan mendapatkan hal unik yaitu di kawasan tengah puranya dijadikan sebagai tempat untuk proses belajar mengajar, diskusi, maupun kegiatan sosial lainnya.

9. Vihara Buddhagaya Watugong

Viraha ini berada di Pundakpayung, Banyumanik, Semarang. Di tempat ini terdapat berbagai patung Dewi dan Dewa. Semua bagian di dalam kompleks viharanya ditata dengan baik dan rapi yang dipadukan dengan keasrian lingkungannya.

Sehingga, menjadikan tempat yang satu ini relatif menyenangkan untuk beribadah maupun sekedar untuk beristirahat. Selain itu, di lokasi ini juga ditanam pohon Boddhi. Menawarkan banyak sejarah di dalamnya, tentunya Vihara Buddhagaya Watugong ini harus anda kunjungi.

10. Masjid Agung Demak

Masjid yang satu ini merupakan tempat ibadah yang telah berusia lebih dari setengah abad, tetapi masih kokoh berdiri hingga kini. Bangunan dari masjid ini memiliki filosofi yang sarat makna. Ada tiga trap atap yang ada di tumpangnya dengan melambangkan Islam, iman, dan ihsan.

Selain digunakan sebagai tempat shalat, ternyata Masjid Agung Demak terdapat museum yang baru dibangun. Tujuan dibangunnya museum ini adalah untuk melestarikan peninggalan sejarah dari masjid Demak.

Bahkan, di dalamnya juga anda akan disuguhi dengan berbagai peninggalan bersejarah, seperti pintu asli dari bangunan masjid pada awal dibangun, bedug, gentong-gentong dari Campa, miniatur bangunan masjid, dan sebagainya.

Tentunya dengan mengunjungi tempat-tempat wisata religi di atas, maka anda akan mendapatkan berbagai ilmu baru yang tentunya bisa menambah wawasan anda mengenai 10 tempat wisata religi Jawa Tengah. (*)

Kredit

Bagikan