10 Gudeg Legendaris di Jogja untuk Nostalgia

user
Ary B Prass 04 Mei 2022, 17:17 WIB
untitled

YOGYA, KRJOGJA.com - Libur Lebaran ke Jogja tak afdol kalau tidak mencoba gudeg. Percuma dijuluki 'Kota Gudeg' kalau Jogja tidak menyuguhkan gudeg-gudeg dengan rasa yang khas dan lezat.

Di Jogja, masakan berbahan dasar nangka muda serta krecek dengan siraman bumbu areh atau kuah santan yang gurih di lidah ini bisa dijumpai hampir setiap sudut kota dan pasar-pasar tradisional.

Ada 7 tempat makan gudeg legendaris yang merupakan rekomendasi KRJogja.com, mulai dari yang bentuk resto maupun warung lesehan. Meski kalau liburan Idul Fitri begini memang tidak semuanya buka, jadi tidak ada salahnya Anda cek di Google Maps terlebih dahulu.

1. Gudeg Yu Djum

Gudeg ini memang jadi salah satu legenda di Jogja. Meski Yu Djum sendiri sudah wafat, tapi soal rasa gudeg versi 'kering' ini tetap oke-oke saja.

Dapur atau pusat gudeg Yu Djum sebenarnya ada di Mbarek Jl Kaliurang, selain di sini juga ada Yu Djum daerah Wijilan yang juga ramai dikunjungi wisatawan, serta beberapa cabang lainnya.

Bumbu Gudeg Yu Djum yang manis dipadu dengan kuah yang pedas mampu membuat sensasi rasa yang tidak terlupakan. Gudeg Yu Djum juga menyediakan paket kendil yang bisa dibawa pulang sebagai oleh-oleh untuk sanak saudara.

2. Gudeg Hj. Ahmad

Gudeg Bu Hj. Amad dapat menjadi pilihan jika Anda sedang jalan-jalan di sekitar UGM. Lokasinya ada di Jalan Kaliurang KM 4,5 Blok CT3 Nomor 5, Kocoran, Caturtunggal, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman, Jogja.

Warung gudeg ini menyajikan gudeg kering dengan beragam tambahan lauk, seperti telur bebek dan ayam. Harga gudegnya mulai Rp 15.000. Selain itu tersedia pula gudeg besek dan gudeg kendil yang bisa dibawa untuk oleh-oleh. Kisaran harganya Rp 40.000 - Rp 270.000.

Jam buka Gudeg Bu Hj. Ahmad pukul 05.30-21.00 WIB.

3. Gudeg Mbah Lindu

Apabila ingin menyantap gudeg pagi hari, Anda bisa datang ke Gudeg Mbah Lindu. Walau kini Mbah Lindu sudah meninggal, tapi warungnya masih tetap buka dan diteruskan oleh anaknya. Kendati demikian, Gudeg Mbah Lindu tetap ramai pembeli. Cita rasa gudegnya pun sama seperti dulu.

Gudeg Mbah Lindu berlokasi di Jalan Sosrowijayan Nomor 30, Sosromenduran, Gedong Tengen, Kota Yogyakarta. Lokasinya tak jauh dari Malioboro. Jam operasionalnya pukul 05.30-11.00 WIB.

Sebaiknya jangan datang terlalu siang jika tak ingin kehabisan atau antre.

4. Gudeg Bromo Mbah Tekluk

Gudeg ini sudah dimulai sejak tahun 1984 yang lalu. Nama aslinya adalah Gudeg Bromo, namun oleh para pengunjungnya disebut dengan Gudeg Mbah Tekluk. Perintis usaha kuliner ini aslinya bernama Bu Sumijo.

Ternyata penamaan ini bukan sembarangan. Kata ‘tekluk’ sendiri dalam bahasa Jawa memiliki arti terkantuk-kantuk sampai kepalanya tidak sengaja tertunduk. Dan maklum saja, lantaran berjualan di malam hari, penjulanya seringkali tertangkap basah sedang terkantuk-kantuk kala melayani para pembeli.

Meskipun berjualan di tengah malam, tidak menyurutkan niat para pembeli untuk mencicipi gudeg di sini. Awalnya memang tempat ini kerap jadi jujukan mahasiswa selepas lembur mengerjalan tugasnya. Lambat laun, tempat makan ini menjadi salah satu tujuan wisatawan seperti saat libur Lebaran sekarang ini. Jam bukanya, mulai dari 23:00 hingga 05:00 WIB.

Menu utama yang ditawarkan di sini adalah gudeg basah. Satu porsi gudeg basah akan ditemani dengan beragam lauk yang nikmat. Mulai dari telur bacem, tempe, tahu, ayam suwir, sampai dengan daging ayam. Biasanya akan ikut cabai utuh ke dalam piring, buat kamu pecinta pedas ini merupakan kenimatan tersendiri ya.

Alamat Gudeg Bromo Mbah Tekluk di Jl. Affandi No. 2A, Caturtunggal, Depok, Sleman. Harganya mulai dari Rp 20.000-an tergantung pada jenis lauk yang diambil.

5. Gudeg Permata

Bioskop permata adalah salah satu bioskop yang terkenal pada masa lampau di Jogja, namun ketika malam semakin larut ternyata ada yang lebih legendaris lagi, yaitu Gudeg Permata.

Yap! Gudeg yang berada di depan Bioskop Permata menawarkan kuah gurih dan manis. Gudeg yang pas di lidah orang Jogja. Gudeg ini sudah buka sejak tahun 1951.

Berlokasi di tengah kota Jogja tepatnya di Jalan Gajah Mada, membuat gudeg ini mudah untuk dicari dengan jam buka pukul 20.00 hingga 02.00 dini hari.

6. Gudeg Pawon

Gudeg Pawon ini memang unik. Jualannya di dapur atau pawon (bahasa Jawa), di mana pengunjung dapat masuk ke pawon untuk memilih dan menikmati kuliner khas Jogja ini.

Wisatawan penggemar gudeg harus mencoba gudeg ini. Tentunya dengan sensasi rasa gurih, pedas yang sukses membuat kangen pada kuliner gudeg ini.

Tak jarang sebelum buka banyak pengunjung yang rela antri. Gudeg pawon beralamat di Jalan Janturan no.36-38 Warung Boto, Umbulharjo, Jogja.

7. Gudeg Batas Kota

Saat liburan ke Jogja jangan lewatkan sensasi kuliner tengah malam yang banyak ditemukan di penjuru kota. Salah satu kuliner malam yang patut dicoba adalah Gudeg Batas Kota.

Lagi-lagi sensasi rasa manis, gurih dan pedasnya sambal krecek mampu membuat kamu tak ingin pergi dari Jogja. Gudeg ini berada di batas wilayah kota Jogja dan wilayah Kabupaten Sleman, tepatnya di depan Lippo Plaza Mall Jogja dan buka mulai pukul 9 malam.

Porsinya yang cukup banyak bisa membuat pembeli nya merasa puas dan ketagihan dengan sensasi rasa gudeg plus suasana malam di Jogja.

8. Gudeg Bu Djuminten

Gudeg Bu Djuminten sudah beroperasi sejak tahun 1926. Ciri khas dari warung gudeg ini yakni pada kuah arehnya yang gurih. Tekstur juga cukup kental. Meski begitu rasa gudegnya cenderung manis.

Untuk dapat menikmati gudeg di warung Gudeg Bu Djuminten kamu cukup mengeluarkan uang antara Rp 19.000 - Rp 45.000. Tersedia pula gudeg kendil yang diberi harga Rp 180.00- Rp 270.000.

Lokasi Gudeg Bu Djuminten ada di Jalan Asem Gede Nomor 14, Cokrodiningratan, Kecamatan Jetis, Kota Yogyakarta.

9. Gudeg Mercon Bu Tinah

Jika biasanya gudeg terkenal dengan rasa manis yang dominan, di warung lesehan milik Bu Tinah ini gudeg terhidang dengan rasa yang super pedas meledakkan mulut. Lombok rawit yang ikut ditambahkan ke dalam tiap piring sajian gudeglah yang membuat rasanya demikian.

Gudeg Mercon Bu Tinah terletak di Jl. Asem Gede, dekat Pasar Kranggan, Jetis dan mulai buka pukul 21.00 WIB. Namun sangat disarankan untuk mengunjunginya setengah jam sebelum warung ini buka. Karena sebelum penjual selesai menata dagangannya, para pembeli sudah antri untuk memesan.

10. Gudeg Sagan

Gudeg Sagan merupakan gudeg basah dengan ayam kampung sebagai lauk utamanya. Untuk menambah cita rasanya, gudeg ini diberi areh dalam jumlah yang cukup banyak. Rasa pedas sambal kreceknya pun sangat pas dan cocok dikonsumsi oleh siapa saja.

Menu lain untuk lauk pauk yang tersedia di Gudeg Sagan ini antara lain bubur/nasi gudeg krecek, tempe, tahu, telur, ati ampela, uritan dan lainnya. Semua masakan yang ada di tempat makan gudeg legendaris ini tidak menggunakan MSG sama sekali.

Gudeg Sagan terletak di Jalan Prof. Herman Yohanes No.54 A, Caturtunggal, Depok, Sleman, Yogyakarta. Buka mulai pukul 9 pagi hingga 12 malam, dengan harga berkisar antara Rp 8.000 – 30.000, anda sudah bisa menikmati seporsi gudeg khas Jogja yang legendaris ini. (*)

Kredit

Bagikan