BLU Borobudur, Perpaduan Konsep Konservasi dan Pariwisata

user
tomi 04 April 2021, 03:14 WIB
untitled

MENTERI Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno menyampaikan pembentukan Badan Layanan Umum (BLU) Candi Borobudur yang akan menggabungkan konsep konservasi dan pariwisata.

"BLU ini akan menggabungkan sisi konsep konservasi sebagai cagar budaya maupun sisi dari edukasi dan sisi dari kepariwisataan dan ekonomi kreatif," kata Sandiaga.

Ia menyampaikan hal tersebut saat Ngopi Bersama Pegiat Pariwisata di Balai Ekonomi Desa (Balkondes) Tuksongo, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang belum lama ini.

Sementara, Kepala Balai Konservasi Borobudur, Wiwit Kasiyati menyambut baik program Presiden Joko Widodo menjadikan kawasan Borobudur sebagai destinasi super prioritas.

Ia menyampaikan berdasarkan kajian Bali Konservasi Borobudur, Candi Borobudur dari aspek pelestarian dengan semakin banyak pengunjung yang naik ke Candi Borobudur maka keausan tangga candi semakin meningkat.

Kajian kami dari tahun 1984 sampai 2018, data keausan tangga candi semakin meningkat, sehingga kami berupaya supaya program pemerintah mendatangkan 2.000.000 pengunjung mancanegara ke Candi Borobudur itu tetap memperhatikan pelestarian Candi Borobudur," tuturnya.

Wiwit menambahkan, berdasarkan kajian perlu ada pembatasan pengunjung naik ke Candi Borobudur.

"Sementara dari perhitungan kami kapasitas Candi Borobudur dari lantai 1 sampai 10 sebanyak 1.256 pengunjung per hari," ujar dia.

Oleh karena itu, pihaknya mengimbau pengunnjung bukan hanya fokus ke Candi Borobudur, tetapi juga bisa mengunjungi situs-situs lainnya di sekitar Borobudur.(*)

Credits

Bagikan