Kemenpar Kejar Target 2 Juta Wisman Kunjungi Jateng-DIY

user
agung 22 Agustus 2019, 19:15 WIB
untitled

PURWOREJO(KRJOGJA.com) Kementerian Pariwisata (Kemenpar) mengejar target kunjungan dua juta wisatawan mancanegara (wisman) ke Jawa Tengah dan Yogyakarta pada tahun 2019. Menpar M Arief Yahya menegaskan target mudah dicapai apabila kawasan itu didukung akses yang baik.

Menpar mengatakan, daya tarik utama pariwisata dua provinsi itu adalah Candi Borobudur. Objek itu paling dekat diakses wisman dari bandara di Yogyakarta.

Namun, lanjut menteri, kapasitas bandara di Yogyakarta rata-rata 1,5 juta orang pertahun, tidak sesuai dengan penumpang turun yang mencapai enam juta. "Pesawat saya hari ini rencana mendarat jam 10.40, tapi baru turun jam 11.10, holding time-nya 30 menit. Ini karena kapasitas bandara terbatas dan kondisi itu sangat mempengaruhi kunjungan wisman," terangnya, saat menggelar konferensi pers di Glamping De Loano, Desa Sedayu, Kecamatan Loano, Kamis (22/8).

Menpar mengatakan apabila Bandara Internasional Yogyakarta (BIY) merupakan salah satu permintaannya kepada Presiden Joko Widodo untuk mendukung pencapaian target. "Saya kira akses begitu penting. Bandingkan Angkot Wat yang dikunjungi 2,5 juta wisman, sedangkan Borobudur yang lebih segala-galanya hanya dikunjungi 250 ribu wisman pertahun," tegasnya.

Selain itu, pemerintah pusat juga akan mengalokasikan anggaran kurang lebih Rp 1,5 triliun untuk mengembangkan kawasan wisata Borobudur pada tahun 2020. Angka itu naik dari anggaran 2019 yang dialokasikan Rp 300 miliar.

Pemerintah lebih fokus setelah menetapkan Borobudur sebagai Super Prioritas pengembangan pariwisata pada Juli 2019. Borobudur, Mandalika, Danau Toba, Likupang dan Labuan Bajo ditargetkan menjadi 'Bali Baru' yang pembangunannya harus dipercepat.

Presiden, lanjutnya, mewajibkan infrastruktur dan utilitas dasar di kawasan wisata Borobudur terpenuhi pada akhir 2020. "Kita bangun kawasan Borobudur seperti membangun Bali. Bandara, jalan, fasilitas air bersih dan internet harus sudah ada," tuturnya.

Arief optimis kunjungan di Jawa Tengah dan Yogyakarta naik signifikan apabila memiliki akses yang baik. Load factor bandara Yogyakarta yang mencapai 6 juta penumpang pertahun, katanya, adalah potensi yang bakal meningkat lagi apabila BIY beroperasi secara penuh.

Dikatakan, ekses pariwisata akan dirasakan hingga tingkatan masyarakat terendah, yakni para pelaku UMKM. "Dua juta wisman, diperkirakan membawa devisa 2 Miliar US Dollar atau sekitar Rp 30 triliun perputaran uang di Jawa Tengah dan DIY, pasti akan menetes sampai bawah," ungkapnya.(Jas)

Credits

Bagikan