Sudah Buka Lagi, Gembira Loka Zoo  Gunakan Dana Darurat saat Pandemi

KEBIJAKAN pemerintah yang memperbolehkan dibukanya kembali Gembira Loka Zoo, sangat disyukuri. Selain dapat memenuhi kebutuhan warga Yogyakarta dan wisatawan untuk berekreasi dan meningkatkan imun, juga membuat pengelola menjadi lega.

Sejak ditutup, tidak ada pemasukan bagi Gembira Loka, padahal pengelola harus mengeluarkan biaya operasional, termasuk mengurus satwa yang jumlahnya sangat banyak. Disamping juga kebutuhan untuk membayar karyawan dan lainnya.

Kepala Bagian Humas dan Promosi Gembira Loka, Fahmi Ramadhan mengemukakan, sebelum pandemi, pengunjung saat weekend bisa mencapai 15.000-18.000 orang, tetapi saat pandemi paling banyak hanya 2.000-3.000 orang. Selama pandemi, grafik pengunjung di Gembira Loka terus mengalami naik turun. Dengan adanya hal itu tentu berdampak pada perekonomian.

“Kendala terbesar ya itu siklus keuangan, sangat berdampak. Apalagi selama tutup, kan karyawan tetap masuk untuk merawat atau memberi makan satwa,” ungkap Fahmi.

Pihak gembira loka mensiasati permasalahan tersebut dengan belajar dari bencana sebelumnya, seperti gempa, gunung berapi dengan memakai dana darurat yang sampai saat ini masih digunakan.

Untuk meningkatkan pemasukan, harga tiket naik karena pandemic.  Semula Rp. 30.000 – Rp. 40.000  kini naik menjadi Rp. 60.000 untuk setiap hari Senin sampai Kamis dan Rp. 75.000 untuk hari Sabtu, Minggu dan hari libur nasional. Untuk hari jumat, Gembira Loka Zoo tutup.

“Meskipun terlihat tinggi, harga tiket tersebut sudah dengan wahana kereta keliling dan kapal,” jelas Fahmi.

Selain bisa menikmati wahana kereta keliling dan kapal gratis, pengunjung juga bisa menikmati semua wahana dan fasilitas yang tersedia di dalam kebun binatang. Namun, karena masih pandemi, beberapa wahana yang tidak buka yaitu ada Aquarium, Doom Burung dan Musem Satwa atau Laboratorium flora dan fauna.

“Selama pandemi belum dibuka karena indoor dan kecil dikhawatirkan kerumunan,” jelas Fahmi.

Dikemukakan Fahmi, sejak dibuka kembali untuk kunjungan masyarakat, 13 September 2021 lalu, pengelola Gembira Loka Zoo berusaha untuk menegakkan protokol kesehatan. Baik bagi karyawan, petugas juga kepada pengunjung.

Pengunjung yang ingin masuk ke Gembira Loka Zoo harus mematuhi syarat protokol kesehatan sesuai dengan peraturan pemerintah pusat. Seperti melakukan check-in/out menggunakan aplikasi PeduliLindungi dan pengunjung dalam keadaan sehat dan sudah vaksin minimal dosis satu.

Fahmi memastikan semua fasilitas pendukung terkait penerapan protokol kesehatan di Gembira Loka Zoo telah disiapkan. Seperti cek suhu, screening Peduli Lindungi, fasilitas cuci tangan sebelum masuk dan sebelum keluar, serta di titik-titik strategis di dalam Gembira Loka.

Kabar baiknya lagi, saat ini pengunjung dari luar kota Yogyakarta dan pengunjung anak-anak, khususnya dibawah 12 tahun sudah diperbolehkan masuk Gembira Loka Zoo. Untuk anak-anak tentunya dengan syarat tetap harus didampingi orang tua. Selain itu anak dengan tinggi badan 80 cm tidak perlu membayar tiket masuk.

Pengunjung asal Semarang, Andikayla menyampaikan bahwa, ia pertama kali ke Gembira Lokaa Zoo, menurutnya wisata ini bisa untuk semua kalangan. Terlebih fasilitas dan sarana prasarananya yang tertata rapi, bagus dan bersih. Penerapan PeduliLindungi atau kartu vaksin menjadi efektif.

Hal serupa juga diungkapkan oleh Maryana, Wisatawan asal Yogyakarta. Ia berkunjung bersama istri dan anak-anaknya. Menurutny wisata Gembira Loka Zoo cocok untuk edukasi anak anak.

“Bagus adanya penerapan protokol kesehatan seperti itu, karena kita nggak tahu pengunjung bisa dari mana saja,” ungkapnya.

Fahmi juga menambahkan bahwa, Gembira Loka Zoo belum pernah membuka donasi untuk umum. Namun atas kepedulian masyarakat, suatu ketika ada yang pernah panen pepaya dan memberikannya kepada kebun binatang untuk pakan satwa.

“Kita terima, bahkan Gembira Loka Zoo mencoba membantu kebun binatang lain dengan memberi pakan seperti daging dan lain-lain,” pungkasnya. (*)

Lutfiana Rizqi Sabtiningrum

Komunikasi dan Penyiaran Islam UIN Sunan Kalijaga

BERITA REKOMENDASI