Menkumham Resmikan Ascena Lapas Yogyakarta

- Senin, 12 September 2022 | 01:10 WIB
Penyerahan Surat Pencatatan Ciptaan Aplikasi Ascena dalam rangkaian Peresmian Balai Pemasyarakatan Kelas 1 Yogyakarta. (Foto: Juvintarto)
Penyerahan Surat Pencatatan Ciptaan Aplikasi Ascena dalam rangkaian Peresmian Balai Pemasyarakatan Kelas 1 Yogyakarta. (Foto: Juvintarto)

YOGYA, KRJOGJA.com - Menteri Hukum dan HAM (Menkumham), Yasonna H. Laoly meresmikan Assessment Center Narapidana (Ascena) Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Yogyakarta pada Sabtu (10/9/2022) sore. Langkah pembangunan Ascena dinilai tepat dan sesuai Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Permenkumham) RI Nomor 7 Tahun 2022 dan Undang-Undang Nomor 22 tahun 2022 tentang Pemasyarakatan.

"Narapidana dan Anak diwajibkan mengikuti program pembinaan, baik pembinaan kepribadian maupun pembinaan kemandirian yang selanjutnya akan dijadikan tolok ukur bagi wali pemasyarakatan untuk memberikan asesmen pada perkembangan pembinaan," jelas Yasonna dalam sambutannya.

Menkumham menjelaskan keberadaan Ascena juga sejalan dengan Permenkumham Nomor 35 Tahun 2018 tentang Revitalisasi Penyelenggaraan Pemasyarakatan. "Bahwa penyelenggaraan revitalisasi pembinaan dilaksanakan guna meningkatkan kualitas fungsi Pembinaan Narapidana dalam mendorong perubahan perilaku dan penurunan tingkat risiko Narapidana," tuturnya.

Yasonna mengimbau jajaran Kemenkumham khususnya di Daerah Istimewa Yogyakarta untuk peduli terhadap Kekayaan Intelektual dengan mencatatkan dan mendaftarkan karyanya ke Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual."Saya mengapresiasi produk dan karya yang sudah didaftarkan termasuk Asessment Center Narapidana yang kita resmikan hari ini dan tentu karya-karya yang lain," ungkapnya.

Sementara Kepala Lapas Kelas IIA Yogyakarta, Soleh Joko Sutopo, selaku inisiator inovasi tersebut mengatakan bahwa Ascena dihadirkan untuk memberikan kepastian hukum dalam pemberian hak-hak Narapidana. "Dengan (keberadaan Ascena) ini Masyarakat akan lebih percaya dengan Penyelenggaraan Pembinaan yang dilakukan Lembaga Pemasyarakatan," terang Kalapas.

Lebih lanjut Kalapas Soleh juga menambahkan bahwa Ascena menjadi jawaban untuk transparansi pemberian remisi atau program asimilasi WBP yang tengah menjalani hukuman. "Ascena juga menjawab dari peraturan yang ada. Karena syarat pemberian remisi dan program integrasi ini berdasarkan SPPN yakni Sistem Penilaian Pembinaan Narapidana," tandasnya.

Peresmian ditandai pemotongan ronce bunga dan penyerahan Surat Pencatatan Ciptaan Ascena, dihadiri Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR), Ahmad Basarah, Staf Ahli Bidang Ekonomi Kemenkumham RI, Sekretaris Ditjen Kekayaan Intelektual, Direktur Merek dan Indikasi Geografis Ditjen Kekayaan Intelektual, Jajaran Pimti Pratama Kemenkumham DIY, dan Kepala UPT se-Kemenkumham DIY. (Vin)

Editor: danar

Tags

Terkini

AIMEP Kunjungi Ponpes Sunan Pandanaran Yogyakarta

Minggu, 1 Oktober 2023 | 14:00 WIB

53 Atlet Ikut Kejurkab Pengkab Hapkido Sleman

Sabtu, 30 September 2023 | 19:15 WIB

FIKK UNY Didorong Jadi Universitas Olahraga

Sabtu, 30 September 2023 | 18:15 WIB

Muchlas Dikukuhkan Guru Besar

Sabtu, 30 September 2023 | 17:00 WIB

Masata Peringati HPI, Wujudkan Yogya Zero Sampah

Sabtu, 30 September 2023 | 16:30 WIB

UAD Kembangkan Braille Trilingual Language

Sabtu, 30 September 2023 | 15:20 WIB

BPBD Bantul Terima Bantuan Dua Unit Mobil Operasional

Sabtu, 30 September 2023 | 14:40 WIB
X