Krjogja.com - MAGELANG - Proses pensakralan air suci yang diambil dari sumber mata air Jumprit Temanggung dilakukan di halaman Candi Mendut Magelang, Sabtu (3/6/2023). Air yang diletakkan pada beberapa kendi dari tanah tesebut kemudian disemayamkan di Candi Mendut usai dibacakan paritta-paritta atau doa oleh para Bhikku maupun lainnya. Hari sebelumnya dilakukan hal yang sama api alam dari Mrapen Grobogan kemudian disemayamkan di Candi Mendut Magelang, Jumat (2/6/2023).
Kedatangan rombongan pembawa air dari Umbul Jumprit Temanggung ini termasuk cepat dan lebih awal dari rencana semula. Ketua Umum DPP Walubi Dra Hartati Murdaya maupun lainnya, termasuk beberapa Bhikku, ikut menyambut kedatangan air tersebut di pintu halaman Candi Mendut. Setelah diterima, beberapa Bhikku kemudian meletakkan air tersebut di atas altar utama.
Penyalaan lilin beberapa warna juga dilakukan oleh beberapa tokoh, termasuk Ketua Umum DPP Walubi, di altar utama. Rombongan Bhikku yang melakukan ritual berjalan kaki dari Thudong Thailand menuju Candi Borobudur juga mengikuti kegiatan di Candi Mendut ini.
Ketua Panitia Air Berkah Waisak 2567 BE/2023 Tanto Harsono di forum ini menyampaikan beberapa hal yang berkaitan dengan rangkaian aktivitas memperingati Tri Suci Waisak 2567 BE/2023, diantaranya kegiatan bakti sosial pengobatan gratis di Taman Lumbini kawasan TWCB pada 30-31 Mei 2023 lalu yang diikuti sekitar 7.200 orang.
Juga mengenai kegiatan pengambilan api abadi di Mrapen, Jumat (2/6/2023), untuk kemudian pada sore harinya disakralkan di Candi Mendut. Sabtu (3/6/2023) dilaksanakan pengambil air dari sumber air di Jumprit Temanggung, dan Sabtu sore juga disakralkan di Candi Mendut.
Minggu (4/6/2023) pagi dilaksanakan perayaan Tri Suci Waisak 2567 BE/2023, dan prosesi jalan kaki dari Candi Mendut menuju Lapangan Kenari sisi barat bangunan Candi Borobudur. Detik-detik Waisak dilaksanakan pukul 10.41.19. Malam harinya dilaksanakan pelepasan lampion. (Tha)